Konsumsi teh di berbagai negara sangat bervariasi, konsumen teh terbesar adalah Turki dengan konsumsi 2,1 kg/kapita/tahun, selanjutnya negara-negara Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat mengkonsumsi sekita 1 -1,25 kg/kapita/tahun. Di India dan Srilangka konsumsinya tidak terlalu tinggi, yaitu 0,6 kg/kapita/tahun, sedangkan di Indonesia mencapai 0,35 kg/kapita/tahun. Teh dapat digolongkan berdasarkan cara pengolahannya, mulai dari teh oolong, teh hijau, teh hitam, hingga teh wangi. Kemudian berdasarkan cara penyajiannya, di Indonesia terdapat 4 jenis teh meliputi daun teh kering, teh celup, teh ready to drink, dan teh instan. Bagi anda yang memiliki kebiasaan Minum Teh secara rutin, apapun jenis tehnya sebaiknya perlu memperhatikan dua sisi dari teh.
Di satu sisi, teh dapat memberikan berbagai manfaat antara lain menurunkan resiko kanker, menurunkan berat badan, mencegah osteoporosis, meningkatkan kekebalan tubuh, memiliki aktivitas hipoglikemik dan hipotensive, serta dapat menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler. Namun di sisi lain, Minum Teh secara berlebihan dapat meningkatkan resiko kurang darah (anemia). Teh mengandung senyawa tannin yang dapat mengurangi penyerapan zat besi. Sedangkan zat besi itu sendiri merupakan komponen utama dalam pembentukan sel darah sehingga apabila kekurangan zat besi mengakibatkan anemia. Tanda-tanda seseorang yang mengalami anemia adalah letih, lesu, lemas, lunglai, dan pucat sehingga tubuh menjadi tidak produktif untuk melakukan aktivitas fisik.
Di satu sisi, teh dapat memberikan berbagai manfaat antara lain menurunkan resiko kanker, menurunkan berat badan, mencegah osteoporosis, meningkatkan kekebalan tubuh, memiliki aktivitas hipoglikemik dan hipotensive, serta dapat menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler. Namun di sisi lain, Minum Teh secara berlebihan dapat meningkatkan resiko kurang darah (anemia). Teh mengandung senyawa tannin yang dapat mengurangi penyerapan zat besi. Sedangkan zat besi itu sendiri merupakan komponen utama dalam pembentukan sel darah sehingga apabila kekurangan zat besi mengakibatkan anemia. Tanda-tanda seseorang yang mengalami anemia adalah letih, lesu, lemas, lunglai, dan pucat sehingga tubuh menjadi tidak produktif untuk melakukan aktivitas fisik.

No comments:
Post a Comment