Organ tubuh Bayi Baru Lahir belum sepenuhnya matang, salah satunya adalah tulang rawannya yang masih lunak dan sangat mempengaruhi bentuk hidung serta telinga si Kecil. Tulang rawan yang membentuk hidung dan telinga masih lunak untuk mempermudah bayi saat melewati jalan lahir sehingga tidak membahayakannya. Oleh sebab itu, jangan heran jika bentuk hidung dan telinga Bayi Baru Lahir agak sedikit berbeda, misalnya:
1. Daun telinga atau cuping telinga si Kecil yang baru lahir masih lembut dan lentur karena tulang rawan yang membentuk daun telinganya belum mengeras, sehingga cuping telinganya seperti menempel di kepala atau terlipat keluar. Jangan pernah melakukan tindakan apapun karena dapat menimbulkan iritasi, lebih baik kembalikan posisi tidurnya yang miring untuk memastikan telinganya tidak terlipat karena tertindih kepalanya.
2. Bentuk hidung si Kecil yang baru lahir akan terlihat rata atau pesek, padahal hidung ayahbunda nya mancung, hal ini disebabkan karena tertekan plasenta dan adanya tekanan saat melewati jalan lahir. Setelah memasuki minggu pertama kelahirannya, bentuk hidung si Kecil akan menujukkan bentuk yang sesungguhnya. Si Kecil cenderung menggunakan hidungnya saat bernafas, namun karena masih ada cairan atau lendir di saluran pernafasan dan saluran udaranya yang masih sempit, mengakibatkan nafasnya berbunyi atau terdengar berat meskipun si Kecil tidak mengalami gangguan kesehatan.
Hal penting lainnya yang harus Bunda ketahui, beberapa hari setelah kelahirannya, di depan daun telinga si Kecil akan terdapat lesung atau lekukan. Kondisi ini bersifat permanen dan hanya dapat terjadi pada 1% kehamilan. Dan jika si Kecil yang baru lahir bersin, itu adalah refleks bersin yang normal bukan karena adanya infeksi, alergi atau mengalami gangguan kesehatan lainnya.
1. Daun telinga atau cuping telinga si Kecil yang baru lahir masih lembut dan lentur karena tulang rawan yang membentuk daun telinganya belum mengeras, sehingga cuping telinganya seperti menempel di kepala atau terlipat keluar. Jangan pernah melakukan tindakan apapun karena dapat menimbulkan iritasi, lebih baik kembalikan posisi tidurnya yang miring untuk memastikan telinganya tidak terlipat karena tertindih kepalanya.
2. Bentuk hidung si Kecil yang baru lahir akan terlihat rata atau pesek, padahal hidung ayahbunda nya mancung, hal ini disebabkan karena tertekan plasenta dan adanya tekanan saat melewati jalan lahir. Setelah memasuki minggu pertama kelahirannya, bentuk hidung si Kecil akan menujukkan bentuk yang sesungguhnya. Si Kecil cenderung menggunakan hidungnya saat bernafas, namun karena masih ada cairan atau lendir di saluran pernafasan dan saluran udaranya yang masih sempit, mengakibatkan nafasnya berbunyi atau terdengar berat meskipun si Kecil tidak mengalami gangguan kesehatan.
Hal penting lainnya yang harus Bunda ketahui, beberapa hari setelah kelahirannya, di depan daun telinga si Kecil akan terdapat lesung atau lekukan. Kondisi ini bersifat permanen dan hanya dapat terjadi pada 1% kehamilan. Dan jika si Kecil yang baru lahir bersin, itu adalah refleks bersin yang normal bukan karena adanya infeksi, alergi atau mengalami gangguan kesehatan lainnya.

No comments:
Post a Comment