Friday, 21 June 2013

Cara Mengatasi Keputihan Saat Hamil


Bagi Bunda yang baru pertama kali menjalani masa kehamilan, perubahan hormon yang terjadi pada tubuh Bunda dapat menimbulkan rasa cemas, padahal perubahan hormon tersebut sangat wajar dan normal yang memang sudah umum terjadi pada ibu hamil. Namun Bunda harus tetap dapat mengatasinya dengan tepat agar rasa cemas Bunda tidak berlebihan karena jika berlebihan, rasa cemas tersebut dapat menimbulkan stres yang harus dihindari oleh setiap ibu hamil. Oleh sebab itu, Bunda harus mengetahui berbagai perawatan bayi yang pastinya sangat bermanfaat bagi Bunda.

Salah satu masalah kehamilan yang harus Bunda ketahui dan biasanya cukup sering dialami para ibu hamil adalah masalah keputihan. Keputihan(fluor albus) adalah proses keluarnya cairan vagina yang tidak normal dan sering terjadi pada kehamilan karena adanya perubahan hormonal dan aliran darah di daerah rahim serta vagina yang mengakibatkan meningkatnya proses sekresi vagina, sehingga munculah jamur pencetus iritasi. Biasanya sekresi vagina yang normal tidak disertai rasa gatal sedangkan keputihan yang terkena infeksi akan disertai rasa gatal, panas, nyeri kemerahan dan bahkan disertai rasa sakit saat buang air kecil.
Pada ibu hamil, jika keputihan dibiarkan akan meningkatkan resiko pecahnya selaput ketuban yang mengakibatkan kelahiran prematur, selain itu dapat membuat bayi tertular saat proses persalinan dan dapat menular kembali pada Bunda saat menyusui sehingga terjadi peradangan puting susu atau payudara (mastitis). Untuk mengatasinya, berikut ini ada beberapa perawatan bayi mengatasi keputihan saat hamil, antara lain:
1.  Jika Bunda pergi ke toilet umum, hindari menggunakan air sembarangan untuk membasuh vagina. Sebaiknya, Bunda menggunakan air yang mengucur langsung dari kran.
2.  Segeralah ganti celana dalam jika terasa lembap dan hindari penggunaan panty liner serta celana yang ketat karena dapat memicu vagina menjadi lembab.
3.  Jangan gunakan pembersih atau sabun vagina serta jagalah kebersihan daerah genital.

Jika keputihan terus berlanjut, segeralah konsultasikan dengan dokter kandungan agar mendapatkan obat yang memang disarankan dan janganlah menggunakan obat oral sembarangan yang banyak dijual dipasar.

No comments:

Post a Comment